5 Kuliner Olahan Alpukat Yang Extraordinary di Kota Medan

Berawal dari rasa penasaran akan makanan alpukat, kami pun menjajal beberapa pegiat kuliner alpukat kota Medan. Alhasil kami berhasil kumpulkan beberapa list kuliner dengan bahan dasar alpukat yang menurut kami cukup outstanding dan mewakili kuliner alpukat di Medan secara umum. Termasuk Pokat Kocok di Simpang Glugur yang fenomenal banget (hingga ke media nasional).

So, apa saja sih kuliner berbahan alpukat yang kita kunjungi? Apa saja fakta menarik di balik buah alpukat? Simak 5 lokasi kuliner alpukat berikut ini.

Avocado Coffee Float – Macehat Coffee

First of all, kalau ngomongin tentang alpukat pantang banget untuk lewatin menu yang satu ini. Gue rasa hampir seluruh penduduk Wakanda, ehm, maksudnya Medan tahu yang namanya Macehat dan juga menu andalannya Avocado Coffee Float.

Macehat sebenarnya adalah coffee shop yang dari namanya sih udah ketebak fokusnya adalah di kopi. Sampai suatu saat, ada masa di Medan ketika buah alpukat menjadi booming banget dan lagi tenar-tenarnya, why not Macehat juga develop sesuatu yang menggunakan alpukat. Lahirlah Avocado Coffee Float.

Macehat Avocado Coffee Medan DSCF5678Avocado Coffee Float

Claimed to be their best-seller product, menu wajib di Macehat ini menawarkan rasa yang tidak bikin eneg. Perpaduan pahitnya kopi espresso dengan rasa manis alami dari alpukat serta diberi toppings coklat bubuk, coklat cair, meses dan dilengkapi dengan es krim rasa coklat juga. Mix it all and they tasted so much balanced.

Macehat Coffee Shop
Jalan Karo No 20
Buka: 10.30 – 18.45

Avocado Devil Roll Cake – Affinois

Affinois Avocado Devil DSCF5742

Affinois memang terkenal unik dan berbeda dengan brand kue tradisional lainnya di Medan. Berbeda dengan resep lagis legit yang banyak memakai aroma rempah pada umumnya, Lapis Legit Affinois menonjolkan aroma roombutter, memakai lebih banyak kuning telur, dan bereksperimen dengan beragam rasa dan tekstur yang lebih digemarin anak muda.

Enough with Lapis Legit story, kali ini kita mau bahas tentang Bolu Gulungnya. Devil Avocado Roll Cake. Bolu gulung dengan campuran adonan yang menggunakan bubuk Black Charcoal berhasil dikawinkan dengan filler berbahan blended avocado yang warnanya cenderung putih.

Affinois Avocado Devil DSCF5734

Kenapa putih? Karena warnanya ini bener-bener tergantung dari supply buah alpukat yang didapat oleh Affinois. Bisa jadi supply yang didapat berwarna hijau pekat atau justru berwarna hijau pucat. Lalu, alpukat yang sudah dihaluskan dicampur lagi dengan cream yang berwarna putih, sehingga warna asli dari alpukat jadi tidak terlihat lagi pada filler bolu gulungnya.

Affinois Avocado Devil DSCF5718

Affinois Avocado Devil DSCF5737

Go get a roll, have them cooled and enjoy!

Affinois
Jalan Mojopahit No 12E
Buka: 09.00 – 18.00

Pancake Alpukat – Sari Laut Nelayan

Nelayan Pancake Durian DSCF5791

Restoran Nelayan? Hampir seluruh manusia di Medan sudah pada tahu. Termasuk Pancake Alpukat dari restoran ini. Sebelumnya Nelayan menyediakan tiga varian rasa pancake yang berbeda, Durian, Alpukat dan Mangga. We don’t know why (and we didn’t ask), Pancake Mangganya sudah discontinued alias tidak dijual lagi. Padahal menu Pancake Mangga cukup dikangenin oleh salah satu dari tim kami. Let’s move on, shall we?

Nelayan Pancake Durian DSCF5818

Gue lebih setuju ini bahasanya “makan alpukat dengan topping pancake” instead of “makan pancake dengan filler alpukat”. Kulit pancake yang digunakan bener-bener tipis, bahkan tidak begitu terasa ketika sudah mendarat di lidah. Rasa manis dari krim dan alpukat yang lebih dominan dari segi rasa dan jumlahnya menutupi si kulit pancakenya itu sendiri. Personally, gue puas dengan pancake alpukatnya. Kamu bisa lihat sendiri betapa tipisnya kulit pancake ini di foto di bawah.

Nelayan Pancake Durian DSCF5805

Bisa dibilang 99% krim alpukat dan 1% kulit pancake kalau boleh gue simpulkan dengan asumsiku pribadi. Membuat pancake alpukat ini juga gampang-gampang sulit. Kalau kamu ada nonton video 5 Top Makanan Alpukat Medan, maka kamu akan tahu kalau kesulitannya berada pada pemilihan buah alpukat itu sendiri. Ada syarat khusus seperti tidak boleh yang berserat dan tidak boleh yang terlalu keras ataupun lembek. Well I think, you should give it a try if you haven’t, mate!

Sari Laut Nelayan
Jalan Putri Merak Jingga
Buka: 10.00 – 14.30; 17.30 – 22.00

Le Avochoco Supreme – Le Chic Bakehouse

Le Chic Bakehouse DSCF5697

Meski outlet Le Chic Bakehouse yang berada di Jalan S. Parman simpang Jalan Karo ini baru diresmikan beberapa waktu lalu, Le Chic Group sendiri termasuk pemain lama di bidang F&B Medan. Tak tanggung-tanggung, Le Chic sendiri sudah mulai memenuhi kebutuhan desserts masyarakat Medan sejak 1999. Termasuk menyediakan produk mereka untuk coffee shop seukuran Starbucks pada masanya (sekitar 2004), dan produk inilah yang akan kita bahas di sini.

Le Chic Bakehouse DSCF5709Le Avochoco Supreme

Avocado Mousse atau sekarang telah berganti nama menjadi Le Avocado (Le Avochoco untuk yang ukuran “whole cake”) merupakan produk best-seller dari Le Chic. Gue pribadi sangat yakin menu ini pantas menyandang gelar tersebut. Teksturnya yang melt-in-mouth membutuhkan kemampuan khusus untuk membuatnya. Tidak mudah membuat desserts seperti ini.

As they claimed, kalau kamu menemukan menu serupa dengan tekstur serupa di luar dari Le Chic, chef yang membuatnya merupakan chef dari Le chic yang hengkang atau hijrah. Sehingga menyebarkan menu Avocado Mousse ini. ‘Cause they are the first to invent this menu in Medan (as they claimed too).

Le Chic Bakehouse DSCF5706

Terlepas dari itu, gue rasa worth it banget untuk sekedar menghabiskan tea-time atau weekend di Le Chic Bakehouse yang menawarkan suasana dine-in yang nyaman sambil menikmati Le Avocado ini.

Le Chic Bakehouse
Jalan S. Parman simpang Jalan Karo
Buka: 09.00 – 22.00

Es Pokat Kocok – Pokat Kocok Barokah

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5837

Gerai yang awalnya berjualan dengan gerobak di sekitar Stadion Teladan berhasil membuktikan dirinya untuk survive di tengah persaingan Pokat Kocok di Medan dengan membuka sebuah toko yang berada di Jalan HM Joni.

Secara pribadi, Es Pokat Kocok dengan Gula Merah cukup jarang gue dengar. Begitu pula dengan Pokat Kocok yang diberi topping Es Krim. Since Pokat Kocoknya ada diberi pemanis tambahan, gue cuma bisa bilang segelas penuh Pokat Kocok Es Krim atau Pokat Kocok Gula Merah ini lebih ke sweet-based blended avocado.

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5835

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5828

Untuk harganya yang terjangkau dan rasanya yang cukup menenangkan dahaga di saat terik, gue rasa masih worth untuk gue kunjungi. But, to be honest, nothing else more special from this outlet.

Pokat Kocok Barokah?
Jalan HM Joni, seberang Museum Sumatera Utara
Buka: 11.00 – 23.00

Itu dia 5 lokasi kuliner dengan bahan dasar alpukat yang kami kunjungi di Medan. Yang mana yang menjadi favoritmu?

Atau kalau ada rekomendasi kuliner alpukat yang kamu ingin MaMa kunjungi, beri komentarmu di bawah ya!^^

Warung Nasi Memeng – Dari Siantar Bercabang Di Medan

Nggak ada rencana sama sekali untuk singgah di Warung Nasi Memeng pagi itu, meski tempat ini sudah menjamur di “To Visit List” kami. Awalnya, gue dan Hardy hanya berencana berburu sedikit sarapan dan kue di tengah keramaian dan beceknya jalanan Pasar Beruang. Well, sedikit gerimis yang masih mengguyur pagi itu bisa jadi alasannya. That didn’t stop us from looking for breakfast that morning.

To make it short, we’ve found what we’re looking for.

Sambil berjalan menuju tempat parkiran kendaraan, kami sedikit berdiskusi tentang destinasi berikutnya. “Kali ini yang dituju harus makanan berat“, kata gue. Memang pagi itu yang kita cari hanyalah beberapa kue yang umum dijadikan sarapan (menjawab pertanyaan pembaca yang bingung dengan apa yang kita cari di pasar tadi). Gue buka Hp, buka agenda Makanmana, scroll ke bagian “To Visit List” dan dengan mantapnya memilih Warung Nasi Memeng sebagai lokasi berikutnya (karena tempatnya cukup dekat).

Steling Nasi Memeng

Tidak jauh kami menggeber motor kami sejak beranjak dari pasar tadi, kami melihat ada tulisan Nasi Memeng di steling pada salah satu ruko di sebelah kiri jalan. Saat itu bagian dalam steling masih kosong. Tidak ada satu makananpun yang terpampang menggoda di sana. “Oh, kami buka kok. Sayurnya sudah siap. Tinggal tunggu diangkat (menuju ke steling) saja“, kata seorang pria tua yang ternyata pemiliknya.

IMG_3352Si Pria Tua dan anak-anaknya.

Sambil menunggu pesanan kami diantar, kami memperhatikan Si Pria Tua tadi mengambil langkah menuju ke meja kasir di bagian kanan ruangan dengan seorang ibu-ibu yang sedang duduk di belakangnya, which is his wife. Dan betapa terkejutnya kami saat mereka justru berbincang dengan menggunakan bahasa Hokkian. Maklum dari segi penampilan dan paras wajah si ibu, tidak mengherankan jika kami menginterpretasinya sebagai non-Tionghoa yang mungkin bakal asing dengan bahasa Hokkian.

Okay! Simpan dulu pertanyaannya untuk nanti. Kita lanjutkan saja dulu berhubung makanan sudah diantar.

IMG_3360

IMG_3347Nasi Campur/Sayur (mana yang benar ya?)

Penampilan dari Nasi Sayurnya membuat mata berbinar dan perut berguncang. Meski beberapa jajanan kue pasar tadi sudah kami kunyah, tapi aura dari Nasi Sayur ini ternyata begitu kuat. Sepiring nasi dengan isiannya yang berupa sayur nangka, kuah gulai, tauco, keripik kentang yang diparut tipis dan bihun. Ehem! Nasinya terbilang sedikit memang. Tidak cocok untuk gue yang perlu tenaga lebih banyak untuk mengangkat beban tubuh gue yang besar.

IMG_3364Nasi Tambah

Langsung saja kami panggil pelayannya untuk pesan nasi tambah. This is the real Nasi Tambah. Bukan cuma diberi nasi putih, tapi termasuk dengan sayurannya. Ohhhh, sesi foto demi artikel ini bener-bener menyiksa :D. Kami harus melihat makanan-makanan ini tidak tersentuh lidah kami begitu lama demi kami pampang di blog ini untuk kamu baca.

Telur Rendang dan Ikan Sambal menjadi pilihan gue hari ini, sedangkan Hardy cukup puas dengan Telur Dadar dan Ayam Goreng.

IMG_3354Telur RendangIMG_3362Ikan Sambal

Tidak lama setelah suapan pertama Telur Rendangnya, gue melangkah ke daerah steling dan minta tambah bumbu rendangnya. Kira-kira kenapa? Cocok di lidah gue! Rasanya dominan asin dengan aroma rempah yang kuat. Gue suka aroma santannya yang masih terasa daripada hilang tertutup aroma rempah.

Ikan Sambalnya juga tidak mengecewakan. Apalagi dengan rasa sambalnya yang manis manis gurih. Klop!

IMG_3342Telur Dadar

IMG_3344

IMG_3361Ayam Goreng

Gue melihat Hardy sudah mengusap-usap perut pertanda kenyang di seberang meja. Tidak lama, gue dan Hardy berangkat menuju ke kasir untuk bayar dosa-dosa kami di meja tadi. “Koko ini makan apa saja tadi?”, said the lady to her daughter in Hokkian. Dengan tak sabaran, gue bertanya ke beliau tentang kemampuannya berbahasa Hokkian TANPA ADA KESALAHAN INTONASI.

Damn. Gue dicuekkin. #KZL #CumanTersenyumKeGueDenganIkhlas

Okelah, ganti pertanyaan. Ternyata pusat dari Warung Nasi Memeng yang di Siantar masih beroperasi. Awalnya gue pikir Nasi Memeng ini pindahan dari Siantar. Maafkan kebodohan gue yang nggak bisa membedakan “Cabang dari” dengan “pindahan dari” pada tulisannya di steling. Yang di Siantar sekarang dijalankan oleh tante dari Si Ibu tadi.

IMG_3346Tuh, ada gue dan tulisannya yang besar dan jelas.

Ngomong-ngomong, makanan di sini tidak mengandung babi (nggak pakai kata “Halal” karena sertifikasinya bayar, nanti Makanmana kena charge lehhh). Untuk yang muslim boleh dituju nih tempatnya, yang pastinya setelah akhir bulan puasa ya (artikel ini ditulis saat bulan puasa).

Untuk menemukan tempatnya, sangat gampang sekali. Lokasinya yang strategis karena berada di jalan utama membuatnya searchable dan reachable. Kalau kamu sedang berada di Jalan Wahidin dari arah Jalan Thamrin menuju ke Jalan Aksara, kamu akan menemukan tempat ini di sebelah kiri jalan sebelum jembatan simpang Jalan Sulang-Saling.

Jadi, kalau ada rencana kemari boleh banget ajak gue dan tim. ^^

Warung Nasi Memeng
Jalan Wahidin, sebarisan Euro Premiere Bakery
#halal
Jam buka: 10.00 – 13.00 WIB
Lokasi: https://goo.gl/maps/BEAdkZkSx6A2

Arisun – Sydney

Last but not least from culinary tasting last week was Arisun, a Korean fried chicken joint. It was recommended by same friend who recommend me Baby Coffee&Co. She said they have best Korean chicken in town. All I know, they have 2 branches so far, in Chinatown and World Square. I went to WS branch.

Korean fried chicken or most Korean called “chikin” used to eat as beer companion. Arisun has plenty varieties of chicken, with bone or boneless, and also other Korean dishes. I’ll try next time.

soy garlic

I bought half/half chicken for $38, half/half means you can have 2 different flavours in one portion. I chose the most recommended soy garlic sauce and chicken sprinkle. Thought the size was big like in chicken shop, but it wasnt. The size was tiny, probably they chopped one chicken into 24 pieces 🙄 The soy garlic chicken more delish than cheese sprinkle. Maybe next time will buy the soy garlic only. Ciao!

📍Arisun, World Square, 99 Liverpool Street, Sydney CBD.

Baby Coffee & Co – Sydney

Move further, I tried this place which was recommended by my friend. She tagged me a video on Facebook with title “the prettiest brunch cafe in Sydney”. As still on same area, so I managed to visit.

Yeah, I admitted the cafe is cute, dominated with pink color, velvet upholstery chairs, pink plates, wall-hanging letter shaped neon and not to mention some fleece blankets they put in every outdoor tables. Looks girly.

Since have eaten in other place, I just ordered the dessert, espresso panna cotta ($19.90). It tasted nice but not wowed me. The plating itself very pretty and stylish.

For the drink, I tried homemade soda ($5) tasted a bit funny, so it was orange flavor mix with some spices that I couldnt described what it was. And I had extra $2.50 charge, not sure if it was tax or they charged my water. Anyway the waiter offered me before if I’d like to have water, I said I want one but not tap water please. Then the guy came over my table with a bottle of water, but the lid already opened (and even without lid when it came to my table). I’m not sure if he charged me for that or not.

The cafe located in the corner of McEvoy street, not far from bus stop. If you drive, I have no idea where to park your car. Ciao!

📍Baby Coffee&Co, 810 Elizabeth Street, Waterloo, Sydney

Textbook Boulangerie – Sydney

Been curious with this pastry shop for so long, but that desire on and off considering its location is unreachable from where I live. So when I decided to try The Clean Treats Factory (in previous review) which located in same area, I put this on my list.

This shop is located in residential apartment/office building blocks, so I thought not everyone knows unless regular customer. They have open kitchen, so we can see they make those beautiful pastries.

I just bought one pastry to test how deep the water, which was almond croissant ($4 or $5). I liked the croissant, it’s crispy on the outside. There’s like custard or vla inside, but too sweet for my liking.

As companion I ordered small cappucino ($3). Coffee tasted nice.

Definetely come back next time to try the cakes (looks tempting!). Ciao!

📍Textbook Boulangerie, 274 Botany Road, Alexandria, Sydney

The Clean Treats Factory – Sydney

I’m not a vegan but I never limited myself to try vegan food. Spotted this place in Zomato and decided to pay a visit in the next day. It’s located in industrial area in Alexandria, so no wonder seems like not many people knows this place.

The cafe itself very stylish and neat, not sure if there is gallery or furniture shop as well. They open the cafe 7.30am every day.

As I wanna try another cafe, so I decided to order not too heavy meal for breakfast which was scrambled tofu in sourdough ($16.40). It’s my first time to have scrambled tofu, it cooked with a dash of turmeric. The toast itself spreads with pesto, there mini tomatoes and some salad with basil oil. Overall taste nice even a bit confusing, probably that just because i’m not into clean eating.

For drink I ordered one of their signature latte, which was Turmeric Latte ($5). Fyi, they also have beetroot and matcha latte too. It came with attractive appearance, with some purpleish edible flower sprinkle on top, contrast with the latte color. I’ve been had turmeric latte before in The Rabbit Hole and their turmeric latte was nice. But this one not too good, I couldnt taste any turmeric flavor in it, only creamy all the way.

But if you’re around Alexandria, and you’re a vegan. This place can be a choice. Ciao!

📍The Clean Treats Factory, 23-25 Doody Street, Alexandria, Sydney

How “Holy” Is This Holyduck?

Gue pribadi terus terang belum pernah mengunjungi restoran yang menu utamanya berbasis bebek seperti Grand Duck, Three Duck, Bebek Ubud, Bebek Tepi Sawah dan sejenisnya, termasuk Holyduck. Selain karena faktor kesehatan yang gue jaga, harga yang cukup melambung juga menjadi alasan kenapa gue urung mengunjungi restoran tersebut. Maklum, sekali penyajian menu bebek, bisa untuk biaya makan gue selama 2 hari (dengan asumsi sehari makan dua kali, sekali makan Rp 20rb).

Senang bukan kepalang ketika gue makan bareng ama Harry, Bobby, Leo, dan Ronny. Sebuah kesempatan emas untuk gue yang merupakan anak soleh. #eh #maafkampungan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Yes! Buat yang udah pernah datang, gue setuju banget samamu kalau interior di sini sangat memikat mata. Detail interior yang minimalis namun tetap memperhatikan aspek estetika bisa membuat suasana terasa lebih cozy dan nyaman. Apalagi adanya greens yang ditumbuhkan di sini yang memberi kesan asri. Untuk nongkrong-nongkrong, chilling out, relaxing atau sekedar bekerja menggunakan gadget, gue pribadi merasa tempat ini merupakan destinasi yang tepat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERATahu Bakar Jimbaran

Seperti urutan fine dining pada umumnya, kami disajikan beberapa menu appetizer dahulu sebelum menuju ke Main Course. Tahu Bakar yang disajikan dengan bumbu khas Bali dan sambal kecap ala-ala Holyduck menjadi pembuka. Disusul beberapa jenis sate, seperti Sate Bebek Gilimanuk, Sate Ayam Tabanan dan Sate Lilit.

Sesuai sebutannya, menu-menu sate ini berhasil menggugah selera gue (dan bikin gue makin lapar) setelah beberapa tusuk gue libas. Terutama menu Sate Bebek Gilimanuk yang terasa garing di bagian luar tapi lembut di bagian dalam. Kesan pahit karena dibakar juga tidak terasa, justru meninggalkan rasa asin yang lebih dominan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASate Bebek Gilimanuk (37.5rb)OLYMPUS DIGITAL CAMERASate Ayam TabananOLYMPUS DIGITAL CAMERASate Lilit

Masih terbuai dalam comfort zone karena suasana interiornya yang cozy dan euforia gue menikmati menu bebek, menu Main Course mulai diantarkan. Menciptakan kesenangan yang makin berlebih.

OLYMPUS DIGITAL CAMERABebek Mentega (92rb)OLYMPUS DIGITAL CAMERASignature Crispy Duck (88rb)OLYMPUS DIGITAL CAMERABebek Bakar (88rb)OLYMPUS DIGITAL CAMERABebek Goreng Penyet (88rb)OLYMPUS DIGITAL CAMERABebek Betutu (88rb)OLYMPUS DIGITAL CAMERABebek Pelalah Bali (85rb)

Dari semua menu-menu bebek yang disajikan, gue paling suka dengan Bebek Pelalah Bali. Bagi sebagian dari kami, cabai potong di antara suiran daging bebek terasa cukup pedas. For me, gue masih bisa mentolerir tingkat kepedasan yang ditawarkan menu ini.

Daging bebek yang lembut dengan aroma bumbu Bali yang khas juga menjadi hero selain dari cabainya yang nendang tadi. To make it short, gue suka keseluruhan experience menikmati menu yang satu ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAPilihan sambal yang bisa kamu pesan terpisah.

Hati-hati, saat leher mulai terasa kaku! Sayuran hijau pun menjadi menu yang gue sasar untuk mengimbangi asupan kolesterol hari itu. Kacang Panjang yang gue order karena kangkung sudah terlalu sering buat gue pribadi. Nyatanya, most of us suka dengan kacang panjang ini. Meski ditumis, tekstur dari kacang panjangnya ternyata masih garing. DENGAN CATATAN, tidak meninggalkan aroma sayur hijau mentah yang kuat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAKacang Panjang Kalasan (27.5rb)OLYMPUS DIGITAL CAMERAJamur Goreng Garing

Last but not least, Jamur Goreng Garing. Rasanya yang gurih dan tekstur jamurnya yang garing banget bikin rasa jamurnya seakan-akan tertutup. If they didn’t tell me, I wouldn’t know if this is Jamur Goreng.

Overall dining experience is good. Seperti yang gue bilang sebelumnya, gue suka dengan suasana interiornya yang minimalis dan nyaman. Apalagi ada sentuhan kafein tepat di sebelahnya. Kalau ngantuk setelah makan, tinggal pesan asupan kopi dari sebelah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

However, untuk kunjungan berikutnya harus tunggu awal bulan dulu deh sepertinya. Atau kalau ada dari kamu yang mau nraktir, gue oke-oke aja :D.

Holyducks
Jalan A. Rivai No 4
#halal
Lokasi: https://goo.gl/maps/eDv6gnqHnon

Duck In Duck Out – Sydney

If you think burger with beef, chicken or other meat is so mainstream and you want something different, probably you can try this burger joint. Owned by my favorite Italiano celebrity chef, Manu Fidel (if you’re MKR freak you must know this person). I, actually never knew this place until one day when met my friend in World Square, I saw the sign board then make me curious.

I, actually, not really like it duck meat unless it cooked in Indonesian style like deep fried or braised in spicy sauce. Since it has particular odor that if you cant cook properly, it cant be eaten and chewy like thongs (had it before).

So as prevention and playing safe, I ordered duck dog ($10) which was hot dog with duck sausage. It served with sauerkraut (fermented cabbage), fried shallots and mayo. I also ordered small size fat fries ($4.5) which was deep fried fries with fat duck.

Duck Dog tasted nice, duck sausages taste similar like other meat sausages. Sauerkraut also not really tangy. But, I had problem with my fat fries, it has strange odor dont have idea if it comes from duck fat (?), the odor more like mutton. Maybe if you like motton it was not big problem but as I didnt eat any kind of mutton or lamb, it was.

If you’re around and want to try something new, this place is suit for you. Ciao!

📍Duck In Duck Out, World Square, 644 George Street, CBD, Sydney

Veneziano Coffee – Sydney

Spotting new coffee shop in Zomato, it situated in Surry Hills even you couldnt find its name on google maps, if you intend to go here just type their address instead of coffee shop name.

Just like other coffee shop or cafe around Surry Hills, this place is stylish as well. Dominated by white and grey color and minimalist style, Indonesian youngster used to call it “kekinian” means hype or latest trend. There’s big table near the entrance door with plenty chairs and we can sit down there with no boundaries with other patterns which is cool. Not to mention, I liked centrepiece they put it on the table.

Different with other cafe, this cafe speciality only on coffee and some pastry as companion. Most people just came over for take away coffee. But maybe because they still new or maybe that is the concept. They sell houseblend coffee bean as well but I dont know the price as I didnt ask them.

I just ordered their Cappucino large size cost me $4.80 (not bad). Their coffee was full bodied but not really strong (not bitter), and indeed creamy. I even could finished my cuppa without sugar.

It’s really recommended if you are around and need good coffee around. Ciao!

📍Veneziano Coffee, 352 Bourke Street, Surry Hills, Sydney

Three Williams – Sydney

I heard much about Three Williams especially if we talking about brunch cafe scene around Surry Hills. So last Friday I decided to visit this place for breakfast. The cafe itself dont have big signage so you must carefully drive.

Seems like this cafe is very popular cause when I was there around 7.30am it was packed. Dine in area is big with plenty tables and minimalist deco. I even thought it was underconstruct before lol.

Now let’s see what menu in this cafe has to offer. Mostly their menu is western food, but only one steal my attention cause it has fusion style which is Prawn Toast ($22). The prawns toast so flavourful, the breads still crispy even it poured with soy sauce. If you keen of spicy things dont worry they given some chopped chillies though.

For the drink cause I wanna have coffee in other place so I just ordered Chai Latte ($4.5). Chai Latte was gorgeous, it’s thick, full of spice, very dense, not too sweet and oh they put some chocolate powder on top of it.

Very recommended place to have breakfast or brunch when you’re around even imho the price a bit pricey. Ciao!

📍Three Williams, 613A Elizabeth Street, Surry Hills, Sydney