How A Single Private Lunch Made Us A Family At Purezza Cafe

Malam sebelumnya kami sempat heboh di group. Jempol gue bahkan nggak sempat istirahat untuk mengetik opini gue soal Purezza cafe. Bukan membicarakan tempat, lokasi atau makanannya, lebih ke bagaimana kita mendatangi tempatnya. Biasalah…. Orang Medan mah kalo nggak nebeng, nggak bekawan namanya.

Sebanyak dua mobil dikerahkan tim kami untuk mengunjungi tempat ini. Leo bahkan sempat kebingungan di mobil dan mengasosiasikan rumah makan M&R sebagai Purezza Cafe yang kita tuju. Memang bakalan ada cerita menarik soal hubungan M&R dengan Purezza Cafe nantinya. Tungguin saja di akhir artikel.

Mungkin ini pertama kalinya gue mengunjungi cafe yang kalau masuk harus membunyikan bel dahulu. Purezza cafe tidak sembarangan menerima tamu, melainkan tamu yang telah reservasi terlebih dahulu. WOW. Private dining, bener-bener private seperti yang dielu-elukan ownernya sebelum kedatangan kami.

Penampilan eksterior Purezza Cafe sih tampak normal-normal aja saat kami pandang dari dalam mobil. But, what surprised us was when we started to make our first step passing the door. Kami disambut oleh sebuah ruangan kecil banget dengan sebuah cermin besar tepat dihadapan kita dan toilet dibelakang cermin tentunya. Keseluruhan ruangan kecil ini ditempeli dengan wallpaper bunga bergaya klasik. Semakin lengkap pula rasa eerie kami saat mata tertuju ke pintu yang menghubungkan ruangan kecil ini ke ruangan utama. Dua pintu kayu geser yang sepertinya sudah lapuk dan dimakan usia.

Kami sempat salah sangka dengan kengerian ruangan kecil tadi dan pada saat yang bersamaan kami menyesal sekaligus terbelalak takjub dengan suasana ruangan utama yang mengagumkan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hiasan dinding ala peranakan, sepeda ontel kuno di sisi kanan kami lengkap dengan keranjang dan sedikit buket bunga di atasnya, gantungan pot pot bunga dengan tumbuhan hijaunya yang segar di atap dan keseluruhan warna pastel dan campuran kuning dan hijau pekat yang mencerminkan suasana khas Melayu. Keseluruhan harmoni interior ini mampu membuat gue dan seluruh tim terpana dan hampir menghabiskan waktu 1 jam untuk sekedar berfoto ria, not to mention their epic table setting.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Piring, gelas, hiasan bunga, sendok yang dimulai dari sendok sup, sendok dessert dan sendok main course ditata rapi sepanjang meja yang mampu memuat sebanyak 6 personil. Masing-masing dari kami mengisi bangku-bangku seakan sudah paham posisi duduk kami. Tertib dan rapi.

Seorang wanita yang berpenampilan hitam elegan yang rapi dengan rambutnya yang curly dan agak mengembang serta senyum khasnya yang sulit dilupakan keluar dari biliknya dan menghampiri kami, yang kemudian kami kenal sebagai Auntie Mita.

Who’s Auntie Mita?

OLYMPUS DIGITAL CAMERAAuntie Mita – pemilik Purezza Cafe

Saat yang lain masih sibuk dengan obrolan ringan masing-masing, Bu Mita bercerita cukup banyak bersama Leo, gue dan beberapa dari kami lainnya. Topiknya tidak jauh-jauh dari seputar cafenya ini. Nah, di sinilah kemudian kami tahu kalau Rumah Makan M&R awalnya didirikan oleh Auntie Mita, yang kemudian di-takeover oleh adik perempuannya.

Pada masanya, Rumah Makan M&R menyajikan menu-menu gabungan dari Chinese Food dan Peranakan Style Food. Why? Karena pengunjungnya saat itu sebagian besar merupakan turis yang berasal dari Negeri Jiran, Malaysia. Yes, turis yang gemar dan terbiasa dengan makanan khas Peranakan.

Bertolak dari sana, Auntie Mita kemudian memiliki ide untuk membuat satu restoran khusus yang menyajikan makanan khas Peranakan, lahirlah Purezza Cafe dengan sistem “reservation only yang membuatnya menjadi cafe “private“.

The Peranakan-Style Cuisine

OLYMPUS DIGITAL CAMERAEbi Pete

Tampaknya Head Chef Purezza Cafe tidak sanggup menunggu lama-lama untuk memamerkan keahlian memasaknya yang tertuang pada makanan-makanan yang akan disajikan sebentar lagi. Ebi Pete menjadi yang pertama diantarkan ke depan kami. Gue pribadi sempat salah mengartikannya sebagai nasi goreng. Maklum masih kebawa sama feel Nasi Goreng Pete yang di post di feeds Instagram @Makanmana minggu kemarin.

Surprisingly, Ebi Pete ini yang pada akhirnya menjadi menu favorit dari kami. Aroma dari petenya tidak bercampur dengan ebi yang membuat mereka yang “non-pete” seperti gue bisa menikmatinya dengan tenang. Ebinya yang lembut dan dominan asin bener-bener menjadi kawan makan nasi yang paling klop. Gue pribadi bahkan berani memberi predikat “sempurna” untuk menu ini, mengingat klaim ownernya kalau makanan di Purezza ini tidak menggunakan MSG.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAUdang Nenas Nyonya

What’s come after that Ebi Pete on our favorite list is this Udang Nenas Nyonya. Udang yang ukurannya bahkan 2x lebih besar daripada sendok kami ini dimasak dengan bumbu kari, nenas dan tomat untuk lebih menguatkan rasa manisnya. Kami dipaksa setuju akan klaim ownernya yang mengatakan bahwa beliau menggunakan bahan-bahan yang berkualitas dan fresh pada setiap masakannya.

Udang yang disajikan pun mendukung pernyataan tersebut. SEGAR, yang kami simpulkan dari manis alami udang tersebut serta teksturnya yang masih garing-garing kenyal dan juicy. Potongan nenas yang terpampang juga bukan sekedar hiasan. Hardy bahkan terkejut kalau rasa nenasnya ternyata memang manis.

OLYMPUS DIGITAL CAMERADaun Ubi JalarOLYMPUS DIGITAL CAMERABabi Kecap NyonyaOLYMPUS DIGITAL CAMERADaging Ikan Masak KencongOLYMPUS DIGITAL CAMERAKiamcai Ak dengan potongan daging babi di dalamnya.

Hampir kesemua menu yang disajikan tidak ada yang mengecewakan. Babi Kecapnya yang manis dan juicy, Ikan Kencongnya yang terasa fresh, tidak amis dan masam-masam segar bahkan Kiamcai Ak dengan potongan daging babi yang masih berlemak dan lembut semuanya tidak bersisa kami libas. Meskipun di meja sebelah yang dominan cewek bersisa, KAMI BUNGKUS PULANG.

OLYMPUS DIGITAL CAMERACewek-cewek ini lebih milih jaga body, kecuali Leo yang lahap nafsu makannya.

Anyway, kami sempat disajikan dulu sedikit makanan pembuka berupa Kue Keladi dengan Babi Cincang. Please take note kalau Kue ini bukan buatan Purezza Cafe melainkan buatan tangan teman owner.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Semua orang sudah terduduk lemas dengan senyum merekah di bibir, menceritakan pengalaman menikmati makanan barusan masing-masing, membandingkan menu yang satu dengan yang lain, menciptakan hubungan kedekatan yang lebih dari sekedar teman satu tim, menjadikan kami sedekat keluarga.

Dan masih saja Purezza Cafe tidak henti-hentinya mengejutkan kami. Mengantarkan dua porsi Kue Lupis dan saus gula merahnya yang manis ke meja kami sebagai makanan penutup. Kami kira proses jamuan makan telah berhenti sampai di dirapikannya meja kami tadi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAKue Lupis

Ada alasan tertentu dibuatnya sistem “Reservation Only” pada cafe ini. Seperti kata Bu Mita sebelumnya, makanan yang disajikan harus berada dalam keadaan High Quality. Artinya, bahan makanan yang digunakan harus fresh dan bukan berasal dari stok lama. Dengan sistem pemesanan seperti ini, kontrol terhadap bahan makanan menjadi lebih terjaga. Auntie Mita hanya perlu mempersiapkan bahan makanan sehari sebelum kedatangan pengunjung agar tetap fresh.

Will We Come Back Here?

Banyak opini dari masing-masing dari kami. Beberapa berpendapat kalau hanya untuk sekedar masakan rumahan tidak perlu sampai ke private dining segala, ketika beberapa lainnya berpendapat untuk kesan pribadi dan atmosfirnya yang homey serta makanannya yang memang sesuai di lidah, mereka akan kembali bersama keluarga tentunya.

Well I think, gue pribadi harus kembali lagi kemari bersama keluarga. Somehow, tempat ini memunculkan kenanganku saat dinner SaCapMeh-an kemarin bareng keluarga. Apalagi, memang makanan di sini tidak ada yang mengecewakanku, malah sebaliknya. Mungkin aku akan menceritakan betapa enaknya makanan ini sampai-sampai orang lain berpikir kalau aku tim promosi Purezza Cafe. Besides, menurut salah satu dari kami, cita rasa Peranakan seperti yang dulu pernah dirasakan saat berada di Malaysia mampu dihadirkan kembali di Medan dengan sangat apik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERATidak Full Team

Anyway, thanks a lot Auntie Mita and Purezza Cafe for hosting us that day. Such a remarkable lunch experience we were having.

Purezza Cafe
Jalan Taruma No.52
(061) 452 1603
#nonhalal
Lokasi: https://goo.gl/maps/2WmGe1C3yHA2

Aksi Pelestarian Kuliner Lokal: Dimulai Dari Sate Kacang Yose Rizal

Tidak henti-hentinya gue menyerukan tentang “pelestarian” kuliner legendaris yang semakin termakan zaman. Salah satunya adalah Sate Babi Yose Rizal ini. Sedikit bersyukur karena kini Acek sudah menempati lokasi baru yang lebih rapi dan teratur. Suasana dine-in juga terasa lebih nyaman dibanding lokasi sebelumnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masih dengan gerobak becak satenya yang khas dan cara berpakaiannya yang sederhana, Acek ini menjajakan sate kacang andalannya. Acek ini sebenarnya bukan orang Medan, tetapi asli orang Padang yang hijrah ke Medan. Dengan dialek Hokkian khas daerahnya, kami disambut dengan sangat hangat dan ramah. Mempersilahkan kami duduk dan memberikan kami izin untuk merekam dan memfoto aksi-aksinya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gerakan-gerakan luwesnya saat menyusun sate di atas panggangan, menyapunya dengan minyak, menggoyangkan lengannya yang keriput namun kokoh, hingga menyajikannya ke atas meja terasa sangat satisfying. Sempat terbersit sejenak entah sampai kapan legenda ini akan bertahan.

Rahasia dibalik kelezatan satenya adalah sebelum dipanggang dan disajikan ke pelanggannya, sate mentahnya direndam dulu dengan bumbu kecap selama kurang lebih dua jam. Of course he won’t reveal what’s his special recipe :D.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASate + Lontong (36rb/porsi)

Sebenarnya gue pribadi bukan pecinta lontong jenis kenyal, kilat dan lembut seperti ini. I prefer a lil tough one. Tapi, satenya sangat-sangat menyentuh hati gue. Meski daging di tiap tusukan satenya tidak terlalu besar, tapi rasanya yang manis, lembut, tidak alot, dan sedikit garing serta memiliki aroma kecap yang harum bener-bener membayar kekurangan tadi.

Sudah lama sejak terakhir gue menikmati sate kacang (bener-bener tidak sentuh sate kacang manapun) sebelum gue pindah rumah, dan sate kacang Acek ini mampu mengembalikan nostalgia lama. Going back here to have his heavenly tasted pork skewers during ChengBeng festival? It’s a must, I say!

1_fd02Gsd_D-YCFulc30FHOALegenda nih.

Beda sama lokasi kekinian yang banyak digandrungi kids zaman now, lokasi Acek ini justru seakan menjadi lokasi perkumpulan masyarakat sekitar Medan yang sudah senior. Yang patut kamu garis bawahi adalah tempat Acek ini tidak pernah sepi dan selalu sold-out! Gojek? Yes! Dine-in? Yes! Tapao? Yes! Pokoknya adaaaaaa aja yang order.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAGado-Gado juga boleh menjadi alternatif pilihan di sini. (17rb)

Tempat Acek ini gampang banget ditemukan. Kalo lewat Jalan Yose Rizal dan nampak tulisan Kedai 101 dan spanduk besar bertuliskan Yose Rizal, nah disitu lah gerobak becak Acek ini ngetem.

Sate Kacang Yose Rizal
Jalan Yose Rizal No 101, Kedai Kopi 101
Buka: 17.00–21.00 (kalau lebih cepat habis ya tutup lebih awal)
#nonhalal
Lokasi: https://goo.gl/maps/TGLSXTFaVMu

Ini dia 4 Tempat Nongkrong di Medan ala Nusantara Style

Hayoooo ngaku dong siapa yang nggak pernah nongkrong di cafe bernuansa nusantara??? Kids jaman now jangan cuma nongkrong di cafe-cafe modern dong. Kita harus juga mengenal cafe-cafe yang bernuansa nusantara sebagai rakyat Indonesia.

So, dimana sih kita bisa nongkrong nusantara style??? MaMa punya 4 to-visit-list nih buat kalian. Cekidot!

1. Sajian Bhinneka

Bhinneka Tunggal Ika! Demikianlah bunyi dari semboyan bangsa Indonesia. Guess what, this is the name of our first to-visit-list; Sajian Bhinneka.

Dari entrance nya aja gue sudah bisa ngerasain Indonesian feel nya itu.

Rata-rata furniture disini sih terbuat dari kayu. Tapi ceiling yang satu ini sangat menarik perhatian gue. Why? Karena disini kalian bisa lihat berbagai ornamen tradisional seperti topeng wayang, dll digantung di langit-langit bumbung gajebo utamanya.

Resto ini memang nggak pake AC sih tapi ruangan terbukanya aja sudah cukup sejuk karena banyak pepohonan disekitarnya.

Yang namanya tempat nongkrong bernuansa nusantara, pastinya ada makanan khas Indonesia dong. Salah satunya yaitu Nasi Tumpeng Pertiwi, makanan yang biasanya digunakan masyarakat Indonesia dalam berbagai perayaan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nasi Tumpeng Pertiwi

Untuk paket nasi tumpeng dari Sajian Bhinneka, ada ayam suwir, sate ayam, jagung bakar, mie goreng, telur mata sapi, abon ayam, lalapan, sambal ijo dan merah, dan yang pastinya ada nasi kuning. Sambalnya diletakkan di atas tomat yang dibentuk seperti keranjang, dan gue rasa itu unik banget.

Kalian tau nggak sih kalau tiap lauk di nasi tumpeng itu ada makna nya sendiri? Contohnya, telur yang artinya kebersamaan, dan lain sebagainya. Datang dan coba cari tahu deh!

Yukk jangan tunggu-tunggu lagi. Langsung saja kunjungi Sajian Bhinneka

2. Budaya Resto

Boleh dibilang Budaya Resto ini merupakan salah satu resto bernuansa Nusantara yang paling cantik di Medan. Yang pastinya, tempat ini superr duperrr luaaaass pake banget! Bagian belakang nya juga ada tempat rekreasi yang namanya Budaya Land. Di dalam Budaya Land, masih ada 1 cafe yang namanya Coffee Cabin. Penasaran seberapa luas Budaya Resto ini? Come and see, then you’ll know.

budaya depan

Dari entrance nya aja pun kalian udah bisa ngerasain nusantara feel nya. Ada payung teduh Bali style gitu dan taman yang dikelilingi gajebo-gajebo.

budaya pondok

Untuk makanan nya, pastinya ada salah satu makan favorit turis yang datang ke Indonesia (menurut buzzfeed.com), yaitu Nasi Goreng Kampoeng yang rasanya sesuai standar cita rasa Indonesia, yaitu ada perpaduan antara rasa pedas, asin, dan sedikit manisnya yang berasal dari kecap manis.

Budaya Resto 08

Nasi Goreng Kampoeng

Wait, masih ada yang lain nih. Ini juga salah satu makanan khas Indonesia, yaitu Gado-Gado.

Budaya Resto 11

Gado-gado

Penasaran? Go visit them and you’ll figure it out! Jangan lupa masuk ke Budaya Land yaa 🙂 Budaya Resto

3. Lady Batiq

lady batiq (15)

Dari nama cafe-nya aja udah tau kalo cafe yang satu ini bernuansa nusantara, yakan? Batik adalah salah satu seni khas Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Bahasa gaulnya yah… batiq… biar lebih gawl ala Princess Syahrini gitu.

lady batiq (14)

Lady Batiq sudah dibuka sejak tahun 2013, dan alasan mengapa cafe ini dibuka yaitu karena owner-nya suka dengan hal-hal berbau etnis. Nah, Lady Batiq itu bukan hanya sebuah cafe tapi juga gallery, dan mereka juga ada jual ornamen-ornamen tradisional gitu dan yang pastinya, ada batik! Awalnya sih mereka cuma pengen buka gallery saja, tapi tiba-tiba terpikir konsep untuk membuka cafe, jadi sekalian deh!

lady batiq (7)

lady batiq (12)

Dan ada 1 hal lagi yang menarik perhatian gue banget. Yaitu ladybug ini yang tebuat dari kulit kelapa. And this is what I called as “kreativitas dan imajinasi tanpa batas” yang tak terkalahkan oleh imajinasi Spongebob. *ehh..

lady batiq (11)

Untuk makanannya, here’s one of their best sellers, yaitu Mie Goreng Tempo Doeloe. Gue suka sih sama mie ini. Karena mie nya itu ditumis becek-style gitu which I like dan kerupuk udang nya itu enak banget karena walaupun gue sudah habiskan waktu buat foto-foto lama banget, tapi kerupuk nya masih renyah! Bawang goreng nya juga nggak pelit. One more thing, telur mata sapinya itu mungkin terlihat overcooked BUT let me tell you something, di tengah egg-yolk nya itu masih melting gimana gitu. Overall, cocok sama tastebud gue sih.

lady batiq (8)

Sayangnya, gue datang ke sini bukan pas malam hari. Karena di lantai 2 Lady Batiq ini ada outdoor area yang baru dibuat dan tampaknya sih bagus untuk gue jadikan lokasi narsis-narsis.

Let me share something. Yang gue paling suka dari cafe ini yaitu soal wifi-nya. Karena username & password wifi-nya semua sudah tertera di atas meja. Jadi kita nggak usah menahan malu buat nanya password wifi-nya ke karyawan, yakan? Agree?

Penasaran? Yukk ajak kawanmu untuk hangout bareng disini! Lady Batiq Cafe & Gallery

4. Bebek Ubud

lokasi bebek ubud medan

Buat kalian yang nggak pernah ke Bali dan pengen rasain sensasi Balinese, you must visit this place! Walaupun masih beda jauh dari Bali yang asli, tapi lumayan deh buat foto-foto, post di Instagram dengan caption “Hi, I’m at Bali.”

bale-bale-bebek-ubud

Kalau dari namanya aja sudah “Bebek Ubud”, pasti speciality nya di hidangan bebek dong, right?

bebek-ubud-crispy

Ini salah satu best seller mereka, yaitu Bebek Crispy.

bebek-crispy-closeup

Walaupun penampilannya bebek ini kering dan keras, tapi ternyata bebek ini crispy banget, sesuai banget dengan namanya. Crispy outside, tender inside. Bumbunya juga meresap banget ke dalam. Overall enak sih menurut gue karena bebeknya gak berminyak banget.

One thing for sure, jangan lupa pesan minuman nya yang fresh biar lebih terkesan seperti lagi di pantai-pantai di Bali gitu. Biar ceritanya ini seperti tips and tricks Bali chillax day versi KW Super.

minuman-di-bebek-ubud-medan

Inilah penampakan Light Pineapple & Karang Asem.

Sampai sejauh ini, gue quite impressed dengan masakan disini karena lumayan mirip dengan yang pernah gue cicipi di Bali. Menurut wawancara sih chefnya itu langsung didatangkan dari Bali.

So, jangan ditunggu-tunggu lagi. Kunjungi aja langsung! Bebek Ubud

Conclusion

Nah, itulah beberapa tempat untuk Nongkrong Nusantara Style versi MaMa. Kalau ada rekomendasi cafe/resto berciri khas nusantara lainnya, silakan comment di bawah ini. Jangan lupa share ke teman kamu yahh!

-Careen

3 Croissant Enak di Singapura versi Gadisrakus

Hola holaa..balik lagi dengan postingan dari Singapura. Selain nyoba streetfood dan makanan khas negara atau daerah setempat, saya juga paling suka coffee shop hopping. Selain mencicipi kopinya juga mencicipi pastry-nya. Nah ini tiga croissant enak menurut saya yang ada di Singapura. Check it out!

# Paris Baguette

Gak nyangka kalau cafe ini asalnya dari Korea Selatan, soalnya saya suka banget sama Nutella Croissantnya. Walaupun harganya agak mahal ya yaitu $3 untuk ukurang setengahnya croissant normal tapi gak nyesel. Sekilas rasanya mirip choco cro-nya St Marc yang pernah saya cicipi di Tokyo. Croissantnya buttery sekaligus garing pada lapisan luarnya. Rasa coklatnya juga pas gak terlalu kemanisan. Kopi di sini juga lumayan enak, saya memesan cappucinonya seharga $6.

📍Paris Baguette, Bugis Junction, 200 Victoria St, B1-24, Singapore

# Chye Seng Huat Hardware

Saya tau coffee shop ini dari teman saya yang sering bolak-balik ke Singapura, sepertinya coffee shop ini lagi kekinian banget. Apalagi di sini juga banyak dikunjungi expat, jadi seharusnya standar pastry mereka juga enak. Saya memesan cappucino ($6,5) dan almond croissant ($4). Almond croissant di sini size-nya agak besar dan punya almond filling yang agak manis banget (buat selera saya), tapi saya suka banget karena luarnya crunchy tapi dalemnya tetap lembut dan buttery. Kopi di sini juga lumayan enak, bahkan saya minum tanpa gula. Karena antara strong dan creamy-nya pas banget.

📍Chye Seng Huat Hardware, 150 Thyrwitt Road, Singapore

# Tiong Bahru Bakery

Saya sudah lama dengar bakery ini punya croissant yang enak banget. Akhirnya kemarin saya sempat juga mengunjungi tempat ini. Di Singapura sendiri cabangnya udah lumayan banyak, jadi gak perlu datang ke Tiong Bahru. Saya mencoba plain croissant ($3.5), kouign-amman ($4.5) dan cappucino ($8.50). Iyaaa kopi di sini mahal banget, saya pesan yang large size seharga $7 dan termasuk pajak jadi $8.5 😭 Gak seperti croissant lainnya yang saya coba plain croissant di sini sangat crispy banget luarnya walau dalamnya empuk tapi gak terlalu buttery malah cenderung agak kering, kougin-amman (lupa difoto) menurut saya lebih enak karena crispy dan manis. Menurut teman saya di sini paling enak almond croissantnya, mungkin lain kali kalau balik ke Singapore saya akan coba. Untuk kopinya sendiri lumayan enak juga, tapi tetep aja kemahalan sih. Secara di Australia yang budaya minum kopinya terkuat kedua setelah Italia dan terkenal dengan penghasil banyak brand coffee shop enak seperti St Ali, Toby Estate atau Campos paling mahal gak nyampe $5 untuk large size. Tapi kalau kamu penyuka pastry dan lagi di Singapura, Tiong Bahru ini wajib dicobain!

📍Tiong Bahru Bakery, Raffles City Shopping Centre #B1-11, North Beach Road, Singapore

CLBK Dengan Soto Babi Aseng

Saat melangkah memasuki kedai, aroma soto yang bertebaran di udara menjadi nostalgia salah satu anak MaMa yang bersekolah di seberangnya. Ya! Soto Babi Aseng yang berada tepat di seberang sekolah WR Supratman. Masih ingat dengan artikel MaMa tentang Chinese Food Ayi Gal Gadot? Nah, Soto Babi ini berada di dalam kedai kopi yang sama.

Untuk kamu yang mau cari sensasi baru dari Soto Sinar Pagi atau Soto Kesawan, soto babi Aseng ini bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan menghadirkan citarasa yang lebih mild, aroma rempah yang lebih ringan dan kuah yang tidak terlalu kental tapi tetap menghadirkan rasa soto yang khas, gue pribadi yakin kalau Soto Aseng ini bisa dinikmati berulang kali tanpa meninggalkan rasa jelak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASoto Babi Aseng (25rb)

Meski begitu, Soto Babi Aseng ini agak berminyak kalau menurutku. Tapi tekstur dagingnya yang lembut dan jauh dari kata alot saat digigit pun seakan menjadi nilai plus yang menutupi problema tadi–apalagi dagingnya cukup generous.

Tidak begitu cocok dengan daging babi? Daging ayam juga disediakan oleh koh Aseng di sini. Sesederhana mengganti daging babi menjadi daging ayam, jadilah Soto Ayam Aseng. Kuah sotonya ya tetap sama.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Suasana kedai kopi yang nyaman menjadi salah satu faktor kami mengunjungi tempat ini. Rasanya semua masyarakat dari semua elemen menyatu tanpa ada perbedaan di tempat ini. Rasa kekeluargaan dan kehangatan terasa masih sangat kental saat duduk di tengah ruangan kedai ini. Sekedar melancarkan pandangan ke interiornya yang masih tradisional–meja granit, plafon yang termakan usia, dinding keramik yang menguning–bakalan bikin kamu teringat terus akan kota Medan jika suatu saat kamu harus pergi jauh dari kota Medan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lokasinya sama mudahnya dengan menemukan lokasi Ayi Gal Gadot. Kedai Soto Babi Aseng berada di Jalan Asia simpang Jalan Lahat dengan kedainya yang menghadap langsung ke jalan Asia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Soto Babi Aseng
Jalan Asia, simpang Jalan Lahat
Buka: 07.00 – habis
#nonhalal
Lokasi: https://goo.gl/maps/eF5HsCYBsCG2

Dolce Tokyo

Nemu restoran Jepang ini sebenernya gak sengaja lagi ngiterin Bugis Junction, kebetulan ngeliat mereka punya lunch package special cuma $10.80 termasuk minum, ya udah lah akhirnya saya memutuskan untuk makan di sini.

Lunch package di restoran ini ada beberapa pilihan, dan saya memesan katsu curry rice ini dengan pilihan minuman iced blackcurrant. Saya pikir kalau lunch package gitu pasti biasanya porsinya kecil (yah harganya aja udah dikurangin ye kan), ternyata saya salah. Porsinya lumayan gede dan bener-bener bikin kenyang. Secara keseluruhan katsu dan karinya lumayan enak ya. Katsunya sendiri gak hambar (seperti dikebanyakan resto-resto) jadi dimakan gitu aja tanpa saus karinya pun sudah enak.

Sebagai dessert (my tummy always has a room for dessert), saya memesan salted egg lava cake ($12.90) karena….unik! Kan biasanya lava cake isi coklat, ini isinya kuning telor asin! Tadinya saya sempet “hah aneh banget!” Tapi ternyata pas dicobain gak seaneh yang dibayangkan karena kuning telur asinnya gak terlalu asin malah cenderung masir. Jadi ya pas ketimpa coklat rasanya gak terlalu tabrakan. Penyajiannya juga unik banget pakai disangkar segala.

Kalau gak salah Dolce Tokyo ini punya dua cabang di Singapura, yaitu di Orchard dan Bugis. Kalau lagi di sekitaran situ, boleh lah dicoba!

📍Dolce Tokyo, Bugis Junction, 200 Victoria St, 03-10H, Singapore

📍Dolce Tokyo, 313 Sommerset, 313 Orchard Road #03-23, Singapore

Non Entree Dessert

Jadi kemarin pas di Singapura saya cari-cari cafe yang unik yang bisa dikunjungin, ya maklum lah kalau cuma sekedar cafe jual masakan bule dimana juga ada bahkan di Jakarta pun ada. Lalu saya gak sengaja nemu cafe ini yang khusus jual dessert ini di instagram seseorang.

Namanya Non Entree Dessert, lokasinya memang gak di city centre ya alias agak meilipir dikit ke daerah Kallang. Tapi jangan sedih ada bis yang kearah sini kok, bus stopnya malah cuma sepelemparan batu dari cafe ini. Silahkan cari di gmaps untuk rute terdekat dari penginapan kalian ya gaes!

Seperti namanya yang pakai embel-embel dessert, cafe ini hanya khusus jualan dessert. Tapi bukan sembarang dessert karena mereka punya signature menu berupa dessert yang berupa makanan utama khas Singapura yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai, tapi itu adalah dessert! Yang kemarin saya cobain namanya “nasi lemak” ($14.90) bentuknya kayak satu set nasi lemak ada telurnya, ada nasinya, sambal, teri kacang dan kerupuk. Nasi lemaknya sendiri adalah biskuit berisi kaya jam yang dilapisi sticky rice. Telur rebusnya sendiri adalah jelly rasa lemon&mangga. Surprisingly sambalnya adalah sambal betulan yang rasanya pedas, begitu juga dengan teri kacangnya. Jadi rasa dan teksturnya bener-bener nano-nano. Unik sih kalau menurut saya. Selain nasi lemak ini, signature dessert lainnya ada yang berbentuk bak lor mee, susu cap enak dan Singapore breakfast. Mungkin kalau lain kali ke Singapura saya mau ke sini lagi.

Selain dessert tsb mereka juga jual aneka gelato yang rasanya unik-unik, seperti gula malaka, kaya toast dan pineapple tart (nastar). Waktu itu saya cuma nyobain yang rasa nastar, 1 scoopnya $4.80. Rasa nastarnya surprisingly enak banget, kayak makan nastar aja tapi dalam bentuk es krim. Selai nanasnya bener-bener terasa, begitu juga dengan remahan kulit nastarnya. Dan gak terlalu manis, jadi gak eneg.

Kalo lagi di Singapura, cafe dessert ini bisa jadi pilihan kamu buat nongkrong! Ciao!

📍Non Entree Dessert, 204 Rangoon Road, Hong Building, Kallang, Singapore

Jajan-Jajan Lucu di Singapura – part 2

Holaa kembali ke part 2 dari rekap jajan-jajan selama 8 hari di Singapura. Cuss langsung aja…

# Blanco Court Prawn Mee

Tau tempat ini karena direkomendasiin sama teman, dan kebetulan juga letaknya cuma sepelemparan batu dari hostel saya di Bugis. Di sepanjang jalan Beach Road ini ada 2 Blanco, Blanco Prawn Mee dan Blanco Noodles Soup. Sepertinya pemiliknya sama tapi makanannya beda. Restoran ini gak pernah sepi ya selalu rame terutama jam makan siang, dan mereka tutup jam 4 sore. Sesuai dengan namanya tempat ini cuma jualan prawn mee, udangnya bisa dipilih sesuai keyakinan dan kocek masing-masing mau yang kecil-kecil atau udang jumbo. Mau yang full udang atau campur iga babi. Saya kemarin pesan yang jumbo prawn noodles tanpa iga babi ($10.80), cukup mahal tapi udangnya beneran gede banget. Rasanya prawn meenya menurut saya enak, kuahnya terasa sekali kaldu udangnya, udangnya juga dimasak pas gak undercooked atau overcooked. Lebih pas dimakan pakai cabe rawit. Yang bikin kesel sih cuma satu, porsinya kecil banget. Ini emang usus saya yang panjang sampe jempol apa gimana yak? 🤔

📍Blanco Court Prawn Mee, 243 Beach Road, Singapore

# Roasted Pork Rice at Tiong Bahru Market

Tiong Bahru Market salah satu yang menjadi inceran saya untuk kulineran, disamping nyicipin Bakery nya yang katanya punya pastry enak banget (yanv itu saya review terpisah). Ada beberapa sebenernya yang saya incar tapi kemarin pas kesana entah udah kesorean atau karena mau Lebaran jadi kiosnya banyak yang tutup. Salah satu yang saya cobain adalah roasted pork rice di kios yang saya foto di atas, gak tau nama kiosnya karena pakai huruf mandarin. But I bet they are the only one who sells roasted pork and duck in the area. Saya memesan roasted pork rice seharga $4. Roasted porknya lumayan tapi agak bau amis babi dikit jadi agak menganggu kenikmatan ya.

📍Roasted Pork Rice, Tiong Bahru Market, Singapore

# Jian Bo Shui Kueh

Masih di tempat yang sama saya nyobain juga shui kueh yang katanya stall ini udah eksis sejak tahun 1958. Dan saya tau shui kueh ini dari blog kuliner blogger Singapore juga yang bilang ini shui kueh paling terkenal di Tiong Bahru. Selain shui kueh tempat ini juga jual bakcang dan aneka kueh khas Singapore (dan mirip dengan jajanan pasar Indonesia). Jadi saya pesan shui kuehnya aja 5pcs seharga $2.50. Murah yahh! Jadi shui kueh itu seperti kue talam yang rasanya gurih gurih, terus dikasih topping sambal ebi dan bengkuang (dan terasi?) Rasanya sih ya cukup enak, buat takaran orang yang baru pertama kali coba seperti saya. Terutama sambal ebinya yang nagih banget. Jangan beli banyak-banyak karena kueh ini bikin cepet kenyang!

📍Jian Bo Shui Kueh, Tiong Bahru Market, Singapore

# Yakun Kaya Toast

Yang wajib dicobain kalau ke Singapore tentu saja sarapan kaya toast dengan kopi. Iya tau di Jakarta juga ada cafe Yakun Kaya Toast ini tapi gak ada salahnya kan coba di tempat asalnya. Kebetulan cafe ini juga ada dekat hostel saya. Saya memesan paket A seharga $4.80 yang berisi kaya toast, kopi C dan telur setengah matang. Dibanding kopitiam lainnya, Yakun Kaya termasuk favorit saya karena di sini toastienya kriuk kriuk dan dikasih butternya lumayan banyak jadi perpaduan rasa gurih asinnya bener-bener bikin nagih banget. Kalau kopinya sih standar ya. Apalagi telornya 😂

📍Yakun Kaya Toast, 345 Beach Road, Singapore

# Huat Huat BBQ

Jadi sebenernya saya taunya tempat ini tuh karena terkenal sama chicken wingsnya. Kalau tau chicken wings Wong Ah Wah yang enak banget di Jalan Alor, KL. Nah Huat Huat semodel dah tuh. Chicken wingsnya dihargai $1,5 per pcs dan minimal pesanan 3pcs, lumayan mahal juga ya untuk ukuran chicken wings doang. Tapi karena penasaran ya udah beli. Chicken wingsnya menurut saya lumayan, gurih dan meresap banget, ada aroma smoky nya, dagingnya juga juicy. Tapi bukan makanan yang bikin saya kepengen balik lagi, maksudnya udah coba oh ya udah tapi ga nagih pengen balik lagi.

Selain chicken wingsnya saya juga cobain carrot cakenya ($4.5), sebelumnya saya pernah cobain carrot cake tapi…..di Jakarta hahahaa! Jadi ini perdana cobain yang asli Singapore. Aslinya carrot cake ini terbuat dari lobak, entah kenapa dikasih nama carrot cake. Saya minta yang dibumbu dengan kecap jadi warnanya hitam (ada yang gak pakai kecap namanya white carrot cake). Saya sih suka ya sama rasanya, apalagi dimasak pakai wok jadi ada rasa gosong-gosongnya. Kalau suka pedas boleh minta tambah sambal walau sambalnya rasa terasinya strong banget ya.

📍Huat Huat BBQ, Makansutra Glutton Bay, Singapore

# Wee Nam Kee

Kata teman saya yang pernah sekolah di Singapore, Wee Nam Kee adalah salah satu resto penghasil Hainanese Chicken Rice terenak di Singapore. Bahkan kalau gak salah mereka juga udah buka cabang di Jakarta. Ya udah cobain sekalian dong ya mumpung deket. Stallnya sebelah-sebelahan sama Huat Huat BBQ, jadi sekali mendayung dua tiga tempat makan terlampui 😂 Mereka punya 2 versi, steam chicken atau roasted chicken. Saya pesan yang roasted chicken rice ($5.80). Ayamnya enak ya karena di-roast saya lebih milih yang kayak begini sih ketimbang yang di-steam kayaknya dagingnya lebih keset aja tapi tetep juicy. Rasanya lumayan gurih walau gak berlebihan. Nasi hainamnya juga lumayan enak. Tapi sayang, lagi-lagi porsinya kecil….hamba jadi syedih 😩

📍Wee Nam Kee, Makansutra Glutton Bay, Singapore

# Dessert Khas Singapore

Last but not least yang saya cobain di Jajan-Jajan Lucu kali ini adalah dessert khas Singapore. Jadi mereka punya macam-macam es campur gitu yak kayak di Indonesia. Sebenernya pengen coba yang pakai durian tapi duit recehan saya kurang lol. Jadi pesen ice Lychee Cincau aja seharga $3. Bentuknya mirip bingsoo ya, ada serutan es terus atasnya ada topping cincau hitam dan lychee terus dikasih sirup leci juga. Yah lumayan seger sih apalagi abis makan yang berminyak.

📍Sweet Dessert, Makansutra Glutton Bay, Singapore

Jajan-Jajan Lucu di Singapura – part 1

Hii pembaca gadisrakus saya balik lagi, sekarang saya lagi liburan di Singapura dan abis ini mau balik ke Indonesia sebentar. Nah, kadang suka bingung ya kalau di Singapura enaknya makan apa aja, padahal di sini foodcourt bertebaran dan menurut saya sih gak terlalu mahal kalo makannya di foodcourt. Dari hampir 8 hari Gadisrakus di sini, mau coba rangkum apa aja yang bisa dicicipin di sini. Cekidot dot!

# Tian Tian Hainanese Chicken Rice

Konon katanya hawker food yang satu ini pernah masuk acaranya Gordon Ramsay dan pernah dicobain juga sama (alm) Anthony Bourdain, dan menurut beberapa food blogger tempat ini juga punya nasi ayam yang enak banget. Gadisrakus sempet cobain di hari pertama. Karena gak tau bisa pesen porsian, saya pesen setengah ayam ($12) dan nasi ($0.80) yang mana setengah porsi ayam bisa dimakan 3-4 orang lol. Menurut saya sih ayamnya cukup enak, gak bau amis (kadang Hainanese chicken gini suka ada yang masih bau amis), dan lembut banget. Ada rasa gurih dikit tapi gak overpowering, saus dari campuran minyak wijen dan kecap asinnya menambah rasa jadi lebih gurih-gurih. Kalau suka pedas disarankan minta tambah sambelnya, karena lumayan pedas dengan hint rasa jahe dan bawang putih.

📍Tian-Tian Hainanese Chicken Rice, Maxwell Food Centre, Singapore

# Wei Mei Si Fish Soup

Makan di tempat ini gak sengaja sebenernya, jadi saya abis cobain coffee shop Chye Seng Huat, terus iseng cari di google dekat situ kira-kira ada tempat makan apalagi yang bisa dicobain. Dan saya menemukan tempat ini. Lalu saya googling dan menemukan sebuah blog yang mengulas tempat ini dan bilang ini salah satu fish soup terenak di Singapore. Saya memesan fish soup aja tanpa nasi seharga $5, fish soupnya cukup unik karena ikannya digoreng balut telur kocok (jadi seperti telur dadar isi ikan), lalu ada tambahan fish cake, udang dan salada air). Kuahnya sendiri terasa gurih dan sedikit rasa lada. Cocok dimakan dengan potongan cabe rawit.

📍Wei Mei Si Fish Soup, 153, Thyrwitt Road, Singapore (in foodcourt across Chye Seng Huat).

# Hawker Chan

Dinobatkan sebagai “the cheapest 1-Michelin Star food hawker” ngebuat saya lumayan penasaran, apalagi teman saya sempet merekomendasikan juga. Di sini yang terkenal adalah ayam saus kecapnya, tapi kalau mau yang haram-haram macam roasted pork juga ada. Teman saya yang pernah coba katanya roasted porknya biasa aja, tapi di sisi lain banyak orang review soya chickennya termasuk yang must try. Supaya adil saya memesan dua-duanya, soya chicken rice set ($3.80) dengan extra roasted pork ($4). Soya chickennya saya akuin enak, bumbunya benar-benar meresap ada rasa gurih walau samar apalagi kulit ayamnya enak bangeett. Dan seperti kata teman saya, roasted porknya biasa aja. Oiya di sini tempatnya penuh banget ya, siap-siap antri panjang. Tips dari saya, kalau males antri panjang pas order mending order lewat mesin aja bisa bayar cash/credit card.

📍Hawker Chan, 78 Smith Street, Chinatown, Singapore

# Swee Kee Eating House

Jadi ceritanya saya tuh beli paket kopi di Dapper Coffee di Amoy Street, seperti biasa saya cari tau apa yang menarik lainnya di Amoy Street biar sekalian jalan. Nah nemu lah tempat ini, yang konon katanya salah satu fish head noodle soup terbaik di Singapore. Cuss lah cobain. Saya memesan fish noodles soup ($8,5) kita bisa pilih mau pakai fish head atau potongan daging ikannya aja (harganya sama), dan milih mie yang kita inginkan ada bihun, mie atau kwetiau. Fish soup yang satu ini agak berbeda dengan yang saya coba di Wei Mei Si, karena daging ikannya direbus, ikan rebusnya lembut banget dan ga amis. Kuah kaldunya juga gurih ikan dan gak terlalu asin, buat sebagian orang mungkin akan terasa agak hambar. Saya sendiri kurang menyukai bihunnya karena benar-benar hambar. Supaya lebih nikmat makannya harus pakai acar cabe hijau.

📍Swee Kee Eating House, 96 Amoy Street, Singapore

# Temasek Indian Rojak

Gak sengaja nemu Indian Rojak ini waktu nyasar di Little India, rujak ini sekilas mirip pasembur, makanan serupa yang ada di Little India, Malaysia. Tapi yang Singapura punya ini agak sedikit berbeda, karena sausnya tidak manis, cenderung seperti saus batagor dan di atasnya dikasih topping rajangan cabe, timun dan bawang merah. Gorengannya kita bisa pilih sendiri dengan harga berkisar antara $0.70-$2 per pcs. Di Tekka Center ini ada beberapa counter penjual rujak India tapi cari aja yang ada tulisan “Haji Johan” or just simply looking for the one which has long queue.

📍Temasek Indian Rojak, Tekka Centre, Little India, Singapore

# Prasanna’s

Masih di dalam komple Tekka Centre, kalau kamu suka masakan India atau cari yang halal mungkin masakan India bisa jadi pilihan (rata-rata masakan India vegetarian). Salah satu yang saya cobain ada counter ini, karena saya ngiler liat Poori segede gaban. Saya pernah makan pani poori tapi bentuknya kecil-kecil yang ini hampir segede muka. Saya beli satu set yang sudah termasuk chutney seharga $2 (dapat 2 pcs). Rasa poorinya seperti roti mirip dosai, hambar-hambar gurih. Kalau mau lebih berasa makannya harus dicocol ke chutney nya.

📍Prasanna’s, Tekka Centre, Little India, Singapore

# Foodcourt at The Arcade

Jadi ceritanya waktu itu saya mau nuker duit menurut tripadvisor money changer yang paling bagus ratenya itu ada di komplek perkantoran The Arcade. Jadilah abis nuker duit saya sekalian makan siang di foodcourtnya. Di foodcourtnya sendiri banyak ya makanannya, bahkan saya juga liat ada nasi padang segala. Karena pengen makan roasted pork jadilah saya menjatuhkan pilihan ke roasted noodle pork di salah satu counter (lupa foto counternya, tapi letaknya seberangan sama McDonald). Harganya cukup $4.5 aja lumayan murah untuk ukuran foodcourt karyawan perkantoran. Ya mungkin beda tipis dengan makan di foodcourt biasa, tapi plusnya di sini ber-AC jadi gak usah takut keringetan.

📍Foodcourt at The Arcade, 11 Collyer Quay, Singapore

5 Kuliner Olahan Alpukat Yang Extraordinary di Kota Medan

Berawal dari rasa penasaran akan makanan alpukat, kami pun menjajal beberapa pegiat kuliner alpukat kota Medan. Alhasil kami berhasil kumpulkan beberapa list kuliner dengan bahan dasar alpukat yang menurut kami cukup outstanding dan mewakili kuliner alpukat di Medan secara umum. Termasuk Pokat Kocok di Simpang Glugur yang fenomenal banget (hingga ke media nasional).

So, apa saja sih kuliner berbahan alpukat yang kita kunjungi? Apa saja fakta menarik di balik buah alpukat? Simak 5 lokasi kuliner alpukat berikut ini.

Avocado Coffee Float – Macehat Coffee

First of all, kalau ngomongin tentang alpukat pantang banget untuk lewatin menu yang satu ini. Gue rasa hampir seluruh penduduk Wakanda, ehm, maksudnya Medan tahu yang namanya Macehat dan juga menu andalannya Avocado Coffee Float.

Macehat sebenarnya adalah coffee shop yang dari namanya sih udah ketebak fokusnya adalah di kopi. Sampai suatu saat, ada masa di Medan ketika buah alpukat menjadi booming banget dan lagi tenar-tenarnya, why not Macehat juga develop sesuatu yang menggunakan alpukat. Lahirlah Avocado Coffee Float.

Macehat Avocado Coffee Medan DSCF5678Avocado Coffee Float

Claimed to be their best-seller product, menu wajib di Macehat ini menawarkan rasa yang tidak bikin eneg. Perpaduan pahitnya kopi espresso dengan rasa manis alami dari alpukat serta diberi toppings coklat bubuk, coklat cair, meses dan dilengkapi dengan es krim rasa coklat juga. Mix it all and they tasted so much balanced.

Macehat Coffee Shop
Jalan Karo No 20
Buka: 10.30 – 18.45

Avocado Devil Roll Cake – Affinois

Affinois Avocado Devil DSCF5742

Affinois memang terkenal unik dan berbeda dengan brand kue tradisional lainnya di Medan. Berbeda dengan resep lagis legit yang banyak memakai aroma rempah pada umumnya, Lapis Legit Affinois menonjolkan aroma roombutter, memakai lebih banyak kuning telur, dan bereksperimen dengan beragam rasa dan tekstur yang lebih digemarin anak muda.

Enough with Lapis Legit story, kali ini kita mau bahas tentang Bolu Gulungnya. Devil Avocado Roll Cake. Bolu gulung dengan campuran adonan yang menggunakan bubuk Black Charcoal berhasil dikawinkan dengan filler berbahan blended avocado yang warnanya cenderung putih.

Affinois Avocado Devil DSCF5734

Kenapa putih? Karena warnanya ini bener-bener tergantung dari supply buah alpukat yang didapat oleh Affinois. Bisa jadi supply yang didapat berwarna hijau pekat atau justru berwarna hijau pucat. Lalu, alpukat yang sudah dihaluskan dicampur lagi dengan cream yang berwarna putih, sehingga warna asli dari alpukat jadi tidak terlihat lagi pada filler bolu gulungnya.

Affinois Avocado Devil DSCF5718

Affinois Avocado Devil DSCF5737

Go get a roll, have them cooled and enjoy!

Affinois
Jalan Mojopahit No 12E
Buka: 09.00 – 18.00

Pancake Alpukat – Sari Laut Nelayan

Nelayan Pancake Durian DSCF5791

Restoran Nelayan? Hampir seluruh manusia di Medan sudah pada tahu. Termasuk Pancake Alpukat dari restoran ini. Sebelumnya Nelayan menyediakan tiga varian rasa pancake yang berbeda, Durian, Alpukat dan Mangga. We don’t know why (and we didn’t ask), Pancake Mangganya sudah discontinued alias tidak dijual lagi. Padahal menu Pancake Mangga cukup dikangenin oleh salah satu dari tim kami. Let’s move on, shall we?

Nelayan Pancake Durian DSCF5818

Gue lebih setuju ini bahasanya “makan alpukat dengan topping pancake” instead of “makan pancake dengan filler alpukat”. Kulit pancake yang digunakan bener-bener tipis, bahkan tidak begitu terasa ketika sudah mendarat di lidah. Rasa manis dari krim dan alpukat yang lebih dominan dari segi rasa dan jumlahnya menutupi si kulit pancakenya itu sendiri. Personally, gue puas dengan pancake alpukatnya. Kamu bisa lihat sendiri betapa tipisnya kulit pancake ini di foto di bawah.

Nelayan Pancake Durian DSCF5805

Bisa dibilang 99% krim alpukat dan 1% kulit pancake kalau boleh gue simpulkan dengan asumsiku pribadi. Membuat pancake alpukat ini juga gampang-gampang sulit. Kalau kamu ada nonton video 5 Top Makanan Alpukat Medan, maka kamu akan tahu kalau kesulitannya berada pada pemilihan buah alpukat itu sendiri. Ada syarat khusus seperti tidak boleh yang berserat dan tidak boleh yang terlalu keras ataupun lembek. Well I think, you should give it a try if you haven’t, mate!

Sari Laut Nelayan
Jalan Putri Merak Jingga
Buka: 10.00 – 14.30; 17.30 – 22.00

Le Avochoco Supreme – Le Chic Bakehouse

Le Chic Bakehouse DSCF5697

Meski outlet Le Chic Bakehouse yang berada di Jalan S. Parman simpang Jalan Karo ini baru diresmikan beberapa waktu lalu, Le Chic Group sendiri termasuk pemain lama di bidang F&B Medan. Tak tanggung-tanggung, Le Chic sendiri sudah mulai memenuhi kebutuhan desserts masyarakat Medan sejak 1999. Termasuk menyediakan produk mereka untuk coffee shop seukuran Starbucks pada masanya (sekitar 2004), dan produk inilah yang akan kita bahas di sini.

Le Chic Bakehouse DSCF5709Le Avochoco Supreme

Avocado Mousse atau sekarang telah berganti nama menjadi Le Avocado (Le Avochoco untuk yang ukuran “whole cake”) merupakan produk best-seller dari Le Chic. Gue pribadi sangat yakin menu ini pantas menyandang gelar tersebut. Teksturnya yang melt-in-mouth membutuhkan kemampuan khusus untuk membuatnya. Tidak mudah membuat desserts seperti ini.

As they claimed, kalau kamu menemukan menu serupa dengan tekstur serupa di luar dari Le Chic, chef yang membuatnya merupakan chef dari Le chic yang hengkang atau hijrah. Sehingga menyebarkan menu Avocado Mousse ini. ‘Cause they are the first to invent this menu in Medan (as they claimed too).

Le Chic Bakehouse DSCF5706

Terlepas dari itu, gue rasa worth it banget untuk sekedar menghabiskan tea-time atau weekend di Le Chic Bakehouse yang menawarkan suasana dine-in yang nyaman sambil menikmati Le Avocado ini.

Le Chic Bakehouse
Jalan S. Parman simpang Jalan Karo
Buka: 09.00 – 22.00

Es Pokat Kocok – Pokat Kocok Barokah

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5837

Gerai yang awalnya berjualan dengan gerobak di sekitar Stadion Teladan berhasil membuktikan dirinya untuk survive di tengah persaingan Pokat Kocok di Medan dengan membuka sebuah toko yang berada di Jalan HM Joni.

Secara pribadi, Es Pokat Kocok dengan Gula Merah cukup jarang gue dengar. Begitu pula dengan Pokat Kocok yang diberi topping Es Krim. Since Pokat Kocoknya ada diberi pemanis tambahan, gue cuma bisa bilang segelas penuh Pokat Kocok Es Krim atau Pokat Kocok Gula Merah ini lebih ke sweet-based blended avocado.

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5835

Pokat Kocok Barokah HM Joni DSCF5828

Untuk harganya yang terjangkau dan rasanya yang cukup menenangkan dahaga di saat terik, gue rasa masih worth untuk gue kunjungi. But, to be honest, nothing else more special from this outlet.

Pokat Kocok Barokah?
Jalan HM Joni, seberang Museum Sumatera Utara
Buka: 11.00 – 23.00

Itu dia 5 lokasi kuliner dengan bahan dasar alpukat yang kami kunjungi di Medan. Yang mana yang menjadi favoritmu?

Atau kalau ada rekomendasi kuliner alpukat yang kamu ingin MaMa kunjungi, beri komentarmu di bawah ya!^^